Senin, 23 Desember 2013

cinta dibalik sajadah

Helow desember , selamat datang januari

setiap orang pasti ingin berbahagia dan menghabiskan akhir tahun dengan penuh kegembiraan

cerita dari kaum sarungan, ada yg bilang kaum sarungan itu konservativ dan kolot. Whatever lah apakata orang. i love enjoying my activity

baiklah saya mulai dari awal , bagaimana saya mengenal sosok bidadari di taman surga

Cinta dibalik sajadah

Sajadah yg telah dibuat n dirajut , sajadah yg telah memberikan keindahan
Sajadah diantara dua sisi, yg melengkapi yg memberikan kebahagiaan

Cinta yg akan ku relakan untuk kepergiannya, cinta yg tak memberi pamrih
Cinta yg tak perlu dipaksakan, cinta yg harus ak jalani
Cinta yg harus ak tinggalkan, cinta yg tak akan kembali
Cinta yg telah memberi arti sebenarnya cinta
Cinta yg harus ak lewat dg dinding 2 kesabaran
Sajadah yg telah dihiasi dg doa , sajdah yg telah ditulis dan di sujudkan dg keikhlasan
Sajadah yg telah memberikan kenyamanan dan ketulusan
Wahai sang pencipta alam, yg telah menggerakan hati dan jiwa hamba nya
Hati yg bergetar, hati yg tak mampu untuk ditutupi
Hati yg telah berbicara dg sudut jiwa dan raga
Hati yg tak pernah berhenti menyebut lafadz mu ya robby
Jika sajadah itu milik hamba biarkan hamba u mendapatkannya
Jika bukan milik hamba , berikan keihklasan dan ksh sayang mu untuk menghapus air mata yg telah membasahi wajahnya

Di tempat taman surga, ak mengenalnya..taman yg diisi dg zikir dan nasihat2 kebaikan..seperti tidak ak kira , ak tak pernah terpikir untuk melihat bidadari dibalik tirai2 yg tertutup.
Dan di suatu waktu Ak melihat seperti ada bidadari yg sangat cantik dan sangat pendiam diantara ratusan bidadari yg hadir di taman surga

Dimalam itu diri ini Cuma melihat sekedar memandang dan tak memberanikan diri untuk menyapa nya.
Sampai ak terbayang 2 dan takmau lepas ingatan akan dirinya, cantiknyadia dibalik hijabnya.seperti mutiara dari lautan yg muncul diantara bebatuan karang
Setiap melihatnya hati seperti buih buih air tak terbayang gmn membayangkannya

Di taman surga itu, saya bukanlah apa2..saya tidak bagusdalam ibadah saya tidak pintar dalam agama, saya Cuma mendokumentasikan moment dalam setiap kegiatan, saya bukan lah orang hebat, saya Cuma mendedikasikan diri saya untuk kegiatan dakwah saya punya guru dan saya khidmat untuk taman surga tersebut

Tak pernah terpikirkan saya untuk memikat salah satu diantara sekian jamaah yg hadir, hingga di suatu malam hati seperti bergetar ketika melihat sosok jamaah yg berbeda dg yg lainnya, sprti melihat air di gurun pasir

Tidak ada komentar:

Posting Komentar