setiap orang pasti ingin berbahagia dan menghabiskan akhir tahun dengan penuh kegembiraan
cerita dari kaum sarungan, ada yg bilang kaum sarungan itu konservativ dan kolot. Whatever lah apakata orang. i love enjoying my activity
baiklah saya mulai dari awal , bagaimana saya mengenal sosok bidadari di taman surga
Cinta dibalik sajadah
Sajadah yg telah dibuat n dirajut , sajadah yg telah
memberikan keindahan
Sajadah diantara dua sisi, yg melengkapi yg memberikan
kebahagiaan
Cinta yg akan ku relakan untuk kepergiannya, cinta yg tak
memberi pamrih
Cinta yg tak perlu dipaksakan, cinta yg harus ak jalani
Cinta yg harus ak tinggalkan, cinta yg tak akan kembali
Cinta yg telah memberi arti sebenarnya cinta
Cinta yg harus ak lewat dg dinding 2 kesabaran
Sajadah yg telah dihiasi dg doa , sajdah yg telah ditulis
dan di sujudkan dg keikhlasan
Sajadah yg telah memberikan kenyamanan dan ketulusan
Wahai sang pencipta alam, yg telah menggerakan hati dan jiwa
hamba nya
Hati yg bergetar, hati yg tak mampu untuk ditutupi
Hati yg telah berbicara dg sudut jiwa dan raga
Hati yg tak pernah berhenti menyebut lafadz mu ya robby
Jika sajadah itu milik hamba biarkan hamba u mendapatkannya
Jika bukan milik hamba , berikan keihklasan dan ksh sayang
mu untuk menghapus air mata yg telah membasahi wajahnya
Di tempat
taman surga, ak mengenalnya..taman yg diisi dg zikir dan nasihat2
kebaikan..seperti tidak ak kira , ak tak pernah terpikir untuk melihat bidadari
dibalik tirai2 yg tertutup.
Dan di suatu
waktu Ak melihat seperti ada bidadari yg sangat cantik dan sangat pendiam
diantara ratusan bidadari yg hadir di taman surga
Dimalam itu diri
ini Cuma melihat sekedar memandang dan tak memberanikan diri untuk menyapa nya.
Sampai ak
terbayang 2 dan takmau lepas ingatan akan dirinya, cantiknyadia dibalik
hijabnya.seperti mutiara dari lautan yg muncul diantara bebatuan karang
Setiap melihatnya
hati seperti buih buih air tak terbayang gmn membayangkannya
Di taman
surga itu, saya bukanlah apa2..saya tidak bagusdalam ibadah saya tidak pintar dalam
agama, saya Cuma mendokumentasikan moment dalam setiap kegiatan, saya bukan lah
orang hebat, saya Cuma mendedikasikan diri saya untuk kegiatan dakwah saya punya
guru dan saya khidmat untuk taman surga tersebut
Tak pernah
terpikirkan saya untuk memikat salah satu diantara sekian jamaah yg hadir,
hingga di suatu malam hati seperti bergetar ketika melihat sosok jamaah yg berbeda
dg yg lainnya, sprti melihat air di gurun pasir
Tidak ada komentar:
Posting Komentar